<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Muid01's Weblog</title>
	<atom:link href="http://muid01.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muid01.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Mar 2009 09:26:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='muid01.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Muid01's Weblog</title>
		<link>http://muid01.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://muid01.wordpress.com/osd.xml" title="Muid01&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://muid01.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PERMENDIKNAS (Standar Pengelolaan)</title>
		<link>http://muid01.wordpress.com/2008/09/27/permen-diknas/</link>
		<comments>http://muid01.wordpress.com/2008/09/27/permen-diknas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 07:01:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muid01</dc:creator>
				<category><![CDATA[KTSP]]></category>
		<category><![CDATA[Permendiknas no.19 taun 2007]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muid01.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 19 TAHUN 2007 TANGGAL 23 MEI 2007 STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN OLEH SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH A. PERENCANAAN PROGRAM 1. Visi Sekolah/Madrasah a. Sekolah/Madrasah merumuskan dan menetapkan visi serta mengembangkannya. b. Visi sekolah/madrasah: 1) dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan   pada masa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muid01.wordpress.com&amp;blog=2565284&amp;post=8&amp;subd=muid01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 19 TAHUN 2007 TANGGAL 23 MEI 2007<br />
STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN OLEH SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH</p>
<p style="text-align:left;">A. PERENCANAAN PROGRAM<br />
1. Visi Sekolah/Madrasah<br />
a. Sekolah/Madrasah merumuskan dan menetapkan visi serta mengembangkannya.<br />
b. Visi sekolah/madrasah:<br />
1) dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan   pada masa yang akan datang;<br />
2) mampu memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan pada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan;<br />
3) dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga sekolah/madrasah<br />
dan pihak-pihak yang berkepentingan, selaras dengan visi institusi di<br />
atasnya serta visi pendidikan nasional;<br />
4) diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala<br />
sekolah/madrasah dengan memperhatikan masukan komite<br />
sekolah/madrasah;<br />
5) disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak<br />
yang berkepentingan;<br />
6) ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan<br />
perkembangan dan tantangan di masyarakat.<br />
2. Misi Sekolah/Madrasah<br />
a. Sekolah/Madrasah merumuskan dan menetapkan misi serta<br />
mengembangkannya.<br />
b. Misi sekolah/madrasah:<br />
1) memberikan arah dalam mewujudkan visi sekolah/madrasah sesuai<br />
dengan tujuan pendidikan nasional;<br />
2) merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu;<br />
3) menjadi dasar program pokok sekolah/madrasah;<br />
4) menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan<br />
yang diharapkan oleh sekolah/madrasah;<br />
5) memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan program<br />
sekolah/madrasah;<br />
6) memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan<br />
satuan-satuan unit sekolah/madrasah yang terlibat;<br />
7) dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak yang<br />
berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah dan diputuskan<br />
oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala<br />
sekolah/madrasah;<br />
8) disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak<br />
yang berkepentingan;<br />
9) ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan<br />
perkembangan dan tantangan di masyarakat.<br />
3. Tujuan Sekolah/Madrasah<br />
a. Sekolah/Madrasah merumuskan dan menetapkan tujuan serta<br />
mengembangkannya.<br />
b. Tujuan sekolah/madrasah:<br />
1) menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam jangka<br />
menengah (empat tahunan);<br />
2) mengacu pada visi, misi, dan tujuan pendidikan nasional serta relevan<br />
dengan kebutuhan masyarakat;<br />
3) mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah ditetapkan oleh<br />
sekolah/madrasah dan Pemerintah;<br />
4) mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan<br />
termasuk komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan<br />
pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah/madrasah;<br />
5) disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak<br />
yang berkepentingan.<br />
4. Rencana Kerja Sekolah/Madrasah<br />
a. Sekolah/Madrasah membuat:<br />
1) rencana kerja jangka menengah yang menggambarkan tujuan yang<br />
akan dicapai dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan<br />
mutu lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen yang<br />
mendukung peningkatan mutu lulusan;<br />
2) rencana kerja tahunan yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan<br />
Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M) dilaksanakan berdasarkan<br />
rencana jangka menengah.<br />
b. Rencana kerja jangka menengah dan tahunan sekolah/madrasah:<br />
1) disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan<br />
dari komite sekolah/madrasah dan disahkan berlakunya oleh dinas<br />
pendidikan kabupaten/kota. Pada sekolah/madrasah swasta rencana<br />
kerja ini disahkan berlakunya oleh penyelenggara sekolah/madrasah;<br />
2) dituangkan dalam dokumen yang mudah dibaca oleh pihak-pihak yang<br />
terkait.<br />
c. Rencana kerja empat tahun dan tahunan disesuaikan dengan persetujuan<br />
rapat dewan pendidik dan pertimbangan komite sekolah/madrasah.<br />
d. Rencana kerja tahunan dijadikan dasar pengelolaan sekolah/madrasah yang<br />
ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan<br />
akuntabilitas.<br />
e. Rencana kerja tahunan memuat ketentuan yang jelas mengenai:<br />
1) kesiswaan;<br />
2) kurikulum dan kegiatan pembelajaran;<br />
3) pendidik dan tenaga kependidikan serta pengembangannya;<br />
4) sarana dan prasarana;<br />
5) keuangan dan pembiayaan;<br />
6) budaya dan lingkungan sekolah;<br />
7) peranserta masyarakat dan kemitraan;<br />
8) rencana-rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan<br />
pengembangan mutu.<br />
B. PELAKSANAAN RENCANA KERJA<br />
1. Pedoman Sekolah/Madrasah<br />
a. Sekolah/Madrasah membuat dan memiliki pedoman yang mengatur berbagai<br />
aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dibaca oleh pihak-pihak yang<br />
terkait.<br />
b. Perumusan pedoman sekolah/madrasah:<br />
1) mempertimbangkan visi, misi dan tujuan sekolah/madrasah;<br />
2) ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan<br />
perkembangan masyarakat.<br />
c. Pedoman pengelolaan sekolah/madrasah meliputi:<br />
1) kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP);<br />
2) kalender pendidikan/akademik;<br />
3) struktur organisasi sekolah/madrasah;<br />
4) pembagian tugas di antara guru;<br />
5) pembagian tugas di antara tenaga kependidikan;<br />
6) peraturan akademik;<br />
7) tata tertib sekolah/madrasah;<br />
8) kode etik sekolah/madrasah;<br />
9) biaya operasional sekolah/madrasah.<br />
d. Pedoman sekolah/madrasah berfungsi sebagai petunjuk pelaksanaan<br />
operasional.<br />
e. Pedoman pengelolaan KTSP, kalender pendidikan dan pembagian tugas<br />
pendidik dan tenaga kependidikan dievaluasi dalam skala tahunan,<br />
sementara lainnya dievaluasi sesuai kebutuhan.<br />
2. Struktur Organisasi Sekolah/Madrasah<br />
a. Struktur organisasi sekolah/madrasah berisi tentang sistem penyelenggaraan<br />
dan administrasi yang diuraikan secara jelas dan transparan.<br />
b. Semua pimpinan, pendidik, dan tenaga kependidikan mempunyai uraian<br />
tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang jelas tentang keseluruhan<br />
penyelenggaraan dan administrasi sekolah/madrasah.<br />
c. Pedoman yang mengatur tentang struktur organisasi sekolah/madrasah:<br />
1) memasukkan unsur staf administrasi dengan wewenang dan<br />
tanggungjawab yang jelas untuk menyelenggarakan administrasi secara<br />
optimal;<br />
2) dievaluasi secara berkala untuk melihat efektifitas mekanisme kerja<br />
pengelolaan sekolah;<br />
3) diputuskan oleh kepala sekolah/madrasah dengan mempertimbangkan<br />
pendapat dari komite sekolah/madrasah.<br />
3. Pelaksanaan Kegiatan Sekolah/Madrasah<br />
a. Kegiatan sekolah/madrasah:<br />
1) dilaksanakan berdasarkan rencana kerja tahunan;<br />
2) dilaksanakan oleh penanggung jawab kegiatan yang didasarkan pada<br />
ketersediaan sumber daya yang ada.<br />
b. Pelaksanaan kegiatan sekolah/madrasah yang tidak sesuai dengan rencana<br />
yang sudah ditetapkan perlu mendapat persetujuan melalui rapat dewan<br />
pendidik dan komite sekolah/madrasah.<br />
c. Kepala sekolah/madrasah mempertanggungjawabkan pelaksanaan<br />
pengelolaan bidang akademik pada rapat dewan pendidik dan bidang nonakademik<br />
pada rapat komite sekolah/madrasah dalam bentuk laporan pada<br />
akhir tahun ajaran yang disampaikan sebelum penyusunan rencana kerja<br />
tahunan berikutnya.<br />
4. Bidang Kesiswaan<br />
a. Sekolah/Madrasah menyusun dan menetapkan petunjuk pelaksanaan<br />
operasional mengenai proses penerimaan peserta didik yang meliputi:<br />
1) Kriteria calon peserta didik:<br />
a) SD/MI berusia sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun, pengecualian<br />
terhadap usia peserta didik yang kurang dari 6 (enam) tahun<br />
dilakukan atas dasar rekomendasi tertulis dari pihak yang<br />
berkompeten, seperti konselor sekolah/madrasah maupun psikolog;<br />
b) SDLB/SMPLB/SMALB berasal dari peserta didik yang memiliki<br />
kelainan fisik, emosional, intelektual, mental, sensorik, dan/atau<br />
sosial;<br />
c) SMP/MTs berasal dari lulusan SD, MI, Paket A atau satuan<br />
pendidikan bentuk lainnya yang sederajat;<br />
d) SMA/SMK, MA/MAK berasal dari anggota masyarakat yang telah<br />
lulus dari SMP/MTs, Paket B atau satuan pendidikan lainnya yang<br />
sederajat.<br />
2) Penerimaan peserta didik sekolah/madrasah dilakukan:<br />
a) secara obyektif, transparan, dan akuntabel sebagaimana tertuang<br />
dalam aturan sekolah/madrasah;<br />
b) tanpa diskriminasi atas dasar pertimbangan gender, agama, etnis,<br />
status sosial, kemampuan ekonomi bagi SD/MI, SMP/MTs<br />
penerima subsidi dari Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah;<br />
c) berdasar kriteria hasil ujian nasional bagi SMA/SMK, MA/MAK,<br />
dan kriteria tambahan bagi SMK/MAK;<br />
d) sesuai dengan daya tampung sekolah/madrasah.<br />
3) Orientasi peserta didik baru yang bersifat akademik dan pengenalan<br />
lingkungan tanpa kekerasan dengan pengawasan guru.<br />
b. Sekolah/Madrasah:<br />
1) memberikan layanan konseling kepada peserta didik;<br />
2) melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk para peserta<br />
didik;<br />
3) melakukan pembinaan prestasi unggulan;<br />
4) melakukan pelacakan terhadap alumni.<br />
5. Bidang Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran<br />
a. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)<br />
1) Sekolah/Madrasah menyusun KTSP.<br />
2) Penyusunan KTSP memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan,<br />
Standar Isi, dan peraturan pelaksanaannya.<br />
3) KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah/madrasah, potensi<br />
atau karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan<br />
peserta didik.<br />
4) Kepala Sekolah/Madrasah bertanggungjawab atas tersusunnya KTSP.<br />
5) Wakil Kepala SMP/MTs dan wakil kepala SMA/SMK/MA/MAK<br />
bidang kurikulum bertanggungjawab atas pelaksanaan penyusunan<br />
KTSP.<br />
6) Setiap guru bertanggungjawab menyusun silabus setiap mata pelajaran<br />
yang diampunya sesuai dengan Standar Isi, Standar Kompetensi<br />
Lulusan, dan Panduan Penyusunan KTSP.<br />
7) Dalam penyusunan silabus, guru dapat bekerjasama dengan Kelompok<br />
Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP),<br />
Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), atau Perguruan Tinggi.<br />
8) Penyusunan KTSP tingkat SD dan SMP dikoordinasi, disupervisi, dan<br />
difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sedangkan SDLB,<br />
SMPLB, SMALB, SMA dan SMK oleh Dinas Pendidikan Provinsi<br />
yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. Khusus untuk<br />
penyusunan KTSP Pendidikan Agama (PA) tingkat SD dan SMP<br />
dikoordinasi, disupervisi, dan difasilitasi oleh Kantor Departemen<br />
Agama Kabupaten/Kota, sedangkan untuk SDLB, SMPLB, SMALB,<br />
SMA dan SMK oleh Kantor Wilayah Departemen Agama.<br />
9) Penyusunan KTSP tingkat MI dan MTs dikoordinasi, disupervisi, dan<br />
difasilitasi oleh Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota,<br />
sedangkan MA dan MAK oleh Kantor Wilayah Departemen Agama<br />
Provinsi.<br />
b. Kalender Pendidikan<br />
1) Sekolah/Madrasah menyusun kalender pendidikan/akademik yang<br />
meliputi jadwal pembelajaran, ulangan, ujian, kegiatan ekstrakurikuler,<br />
dan hari libur.<br />
2) Penyusunan kalender pendidikan/akademik:<br />
a) didasarkan pada Standar Isi;<br />
b) berisi mengenai pelaksanaan aktivitas sekolah/madrasah selama<br />
satu tahun dan dirinci secara semesteran, bulanan, dan mingguan;<br />
c) diputuskan dalam rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala<br />
sekolah/madrasah.<br />
3) Sekolah/Madrasah menyusun jadwal penyusunan KTSP.<br />
4) Sekolah/Madrasah menyusun mata pelajaran yang dijadwalkan pada<br />
semester gasal, dan semester genap.<br />
c. Program Pembelajaran<br />
1) Sekolah/Madrasah menjamin mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap<br />
mata pelajaran dan program pendidikan tambahan yang dipilihnya.<br />
2) Kegiatan pembelajaran didasarkan pada Standar Kompetensi Lulusan,<br />
Standar Isi, dan peraturan pelaksanaannya, serta Standar Proses dan<br />
Standar Penilaian.<br />
3) Mutu pembelajaran di sekolah/madrasah dikembangkan dengan:<br />
a) model kegiatan pembelajaran yang mengacu pada Standar Proses;<br />
b) melibatkan peserta didik secara aktif, demokratis, mendidik,<br />
memotivasi, mendorong kreativitas, dan dialogis;<br />
c) tujuan agar peserta didik mencapai pola pikir dan kebebasan<br />
berpikir sehingga dapat melaksanakan aktivitas intelektual yang<br />
berupa berpikir, berargumentasi, mempertanyakan, mengkaji,<br />
menemukan, dan memprediksi;<br />
d) pemahaman bahwa keterlibatan peserta didik secara aktif dalam<br />
proses belajar yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan<br />
mendalam untuk mencapai pemahaman konsep, tidak terbatas pada<br />
materi yang diberikan oleh guru.<br />
4) Setiap guru bertanggungjawab terhadap mutu perencanaan kegiatan<br />
pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya agar peserta<br />
didik mampu:<br />
a) meningkat rasa ingin tahunya;<br />
b) mencapai keberhasilan belajarnya secara konsisten sesuai dengan<br />
tujuan pendidikan;<br />
c) memahami perkembangan pengetahuan dengan kemampuan<br />
mencari sumber informasi;<br />
d) mengolah informasi menjadi pengetahuan;<br />
e) menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah;<br />
f) mengkomunikasikan pengetahuan pada pihak lain; dan<br />
g) mengembangkan belajar mandiri dan kelompok dengan proporsi<br />
yang wajar.<br />
5) Kepala sekolah/madrasah bertanggungjawab terhadap kegiatan<br />
pembelajaran sesuai dengan peraturan yang ditetapkan Pemerintah.<br />
6) Kepala SD/MI/SDLB/SMPLB/SMALB, wakil kepala SMP/MTs, dan<br />
wakil kepala SMA/SMK/MA/MAK bidang kurikulum<br />
bertanggungjawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran.<br />
7) Setiap guru bertanggungjawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran<br />
untuk setiap mata pelajaran yang diampunya dengan cara:<br />
a) merujuk perkembangan metode pembelajaran mutakhir;<br />
b) menggunakan metoda pembelajaran yang bervariasi, inovatif dan<br />
tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran;<br />
c) menggunakan fasilitas, peralatan, dan alat bantu yang tersedia<br />
secara efektif dan efisien;<br />
d) memperhatikan sifat alamiah kurikulum, kemampuan peserta didik,<br />
dan pengalaman belajar sebelumnya yang bervariasi serta<br />
kebutuhan khusus bagi peserta didik dari yang mampu belajar<br />
dengan cepat sampai yang lambat;<br />
e) memperkaya kegiatan pembelajaran melalui lintas kurikulum,<br />
hasil-hasil penelitian dan penerapannya;<br />
f) mengarahkan kepada pendekatan kompetensi agar dapat<br />
menghasilkan lulusan yang mudah beradaptasi, memiliki motivasi,<br />
kreatif, mandiri, mempunyai etos kerja yang tinggi, memahami<br />
belajar seumur hidup, dan berpikir logis dalam menyelesaikan<br />
masalah.<br />
d. Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik<br />
1) Sekolah/Madrasah menyusun program penilaian hasil belajar yang<br />
berkeadilan, bertanggung jawab dan berkesinambungan.<br />
2) Penyusunan program penilaian hasil belajar didasarkan pada Standar<br />
Penilaian Pendidikan.<br />
3) Sekolah/Madrasah menilai hasil belajar untuk seluruh kelompok mata<br />
pelajaran, dan membuat catatan keseluruhan, untuk menjadi bahan<br />
program remedial, klarifikasi capaian ketuntasan yang direncanakan,<br />
laporan kepada pihak yang memerlukan, pertimbangan kenaikan kelas<br />
atau kelulusan, dan dokumentasi.<br />
4) Seluruh program penilaian hasil belajar disosialisasikan kepada guru.<br />
5) Program penilaian hasil belajar perlu ditinjau secara periodik,<br />
berdasarkan data kegagalan/kendala pelaksanaan program termasuk<br />
temuan penguji eksternal dalam rangka mendapatkan rencana penilaian<br />
yang lebih adil dan bertanggung jawab.<br />
6) Sekolah/Madrasah menetapkan prosedur yang mengatur transparansi<br />
sistem evaluasi hasil belajar untuk penilaian formal yang<br />
berkelanjutan.<br />
7) Semua guru mengembalikan hasil kerja siswa yang telah dinilai.<br />
8) Sekolah/Madrasah menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional yang<br />
mengatur mekanisme penyampaian ketidakpuasan peserta didik dan<br />
penyelesaiannya mengenai penilaian hasil belajar.<br />
9) Penilaian meliputi semua kompetensi dan materi yang diajarkan.<br />
10) Seperangkat metode penilaian perlu disiapkan dan digunakan secara<br />
terencana untuk tujuan diagnostik, formatif dan sumatif, sesuai dengan<br />
metode/strategi pembelajaran yang digunakan.<br />
11) Sekolah/Madrasah menyusun ketentuan pelaksanaan penilaian hasil<br />
belajar sesuai dengan Standar Penilaian Pendidikan.<br />
12) Kemajuan yang dicapai oleh peserta didik dipantau, didokumentasikan<br />
secara sistematis, dan digunakan sebagai balikan kepada peserta didik<br />
untuk perbaikan secara berkala.<br />
13) Penilaian yang didokumentasikan disertai bukti kesahihan, keandalan,<br />
dan dievaluasi secara periodik untuk perbaikan metode penilaian.<br />
14) Sekolah/Madrasah melaporkan hasil belajar kepada orang tua peserta<br />
didik, komite sekolah/madrasah, dan institusi di atasnya.<br />
e. Peraturan Akademik<br />
1) Sekolah/Madrasah menyusun dan menetapkan Peraturan Akademik.<br />
2) Peraturan Akademik berisi:<br />
a) persyaratan minimal kehadiran siswa untuk mengikuti pelajaran<br />
dan tugas dari guru;<br />
b) ketentuan mengenai ulangan, remedial, ujian, kenaikan kelas, dan<br />
kelulusan;<br />
c) ketentuan mengenai hak siswa untuk menggunakan fasilitas<br />
belajar, laboratorium, perpustakaan, penggunaan buku pelajaran,<br />
buku referensi, dan buku perpustakaan;<br />
d) ketentuan mengenai layanan konsultasi kepada guru mata<br />
pelajaran, wali kelas, dan konselor.<br />
3) Peraturan akademik diputuskan oleh rapat dewan pendidik dan<br />
ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah.<br />
6. Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan<br />
a. Sekolah/Madrasah menyusun program pendayagunaan pendidik dan tenaga<br />
kependidikan.<br />
b. Program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan:<br />
1) disusun dengan memperhatikan Standar Pendidik dan Tenaga<br />
Kependidikan;<br />
2) dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah/madrasah, termasuk<br />
pembagian tugas, mengatasi bila terjadi kekurangan tenaga,<br />
menentukan sistem penghargaan, dan pengembangan profesi bagi<br />
setiap pendidik dan tenaga kependidikan serta menerapkannya secara<br />
profesional, adil, dan terbuka.<br />
c. Pengangkatan pendidik dan tenaga kependidikan tambahan dilaksanakan<br />
berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh penyelenggara<br />
sekolah/madrasah.<br />
d. Sekolah/Madrasah perlu mendukung upaya:<br />
1) promosi pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan asas<br />
kemanfaatan, kepatutan, dan profesionalisme;<br />
2) pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan yang diidentifikasi<br />
secara sistematis sesuai dengan aspirasi individu, kebutuhan kurikulum<br />
dan sekolah/madrasah;<br />
3) penempatan tenaga kependidikan disesuaikan dengan kebutuhan baik<br />
jumlah maupun kualifikasinya dengan menetapkan prioritas;<br />
4) mutasi tenaga kependidikan dari satu posisi ke posisi lain didasarkan<br />
pada analisis jabatan dengan diikuti orientasi tugas oleh pimpinan<br />
tertinggi sekolah/madrasah yang dilakukan setelah empat tahun, tetapi<br />
bisa diperpanjang berdasarkan alasan yang dapat<br />
dipertanggungjawabkan, sedangkan untuk tenaga kependidikan<br />
tambahan tidak ada mutasi.<br />
e. Sekolah/Madrasah mendayagunakan:<br />
1) kepala sekolah/madrasah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya<br />
sebagai pimpinan pengelolaan sekolah/madrasah;<br />
2) wakil kepala SMP/MTs melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya<br />
sebagai pembantu kepala sekolah/madrasah;<br />
3) wakil kepala SMA/SMK, MA/MAK bidang kurikulum melaksanakan<br />
tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala<br />
sekolah/madrasah dalam mengelola bidang kurikulum;<br />
4) wakil kepala SMA/SMK, MA/MAK bidang sarana prasarana<br />
melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala<br />
sekolah/madrasah dalam mengelola sarana prasarana;<br />
5) wakil kepala SMA/SMK, MA/MAK bidang kesiswaan melaksanakan<br />
tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala<br />
sekolah/madrasah dalam mengelola peserta didik;<br />
6) wakil kepala SMK bidang hubungan industri melaksanakan tugas dan<br />
tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/madrasah dalam<br />
mengelola kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri;<br />
7) guru melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai agen<br />
pembelajaran yang memotivasi, memfasilitasi, mendidik,<br />
membimbing, dan melatih peserta didik sehingga menjadi manusia<br />
berkualitas dan mampu mengaktualisasikan potensi kemanusiaannya<br />
secara optimum;<br />
8) konselor melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam<br />
memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik;<br />
9) pelatih/instruktur melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya<br />
memberikan pelatihan teknis kepada peserta didik pada kegiatan<br />
pelatihan;<br />
10) tenaga perpustakaan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya<br />
melaksanakan pengelolaan sumber belajar di perpustakaan;<br />
11) tenaga laboratorium melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya<br />
membantu guru mengelola kegiatan praktikum di laboratorium;<br />
12) teknisi sumber belajar melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya<br />
mempersiapkan, merawat, memperbaiki sarana dan prasarana<br />
pembelajaran;<br />
13) tenaga administrasi melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam<br />
menyelenggarakan pelayanan administratif;<br />
14) tenaga kebersihan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam<br />
memberikan layanan kebersihan lingkungan.<br />
7. Bidang Sarana dan Prasarana<br />
a. Sekolah/Madrasah menetapkan kebijakan program secara tertulis mengenai<br />
pengelolaan sarana dan prasarana.<br />
b. Program pengelolaan sarana dan prasarana mengacu pada Standar Sarana<br />
dan Prasarana dalam hal:<br />
1) merencanakan, memenuhi dan mendayagunakan sarana dan prasarana<br />
pendidikan;<br />
2) mengevaluasi dan melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana agar<br />
tetap berfungsi mendukung proses pendidikan;<br />
3) melengkapi fasilitas pembelajaran pada setiap tingkat kelas di<br />
sekolah/madrasah;<br />
4) menyusun skala prioritas pengembangan fasilitas pendidikan sesuai<br />
dengan tujuan pendidikan dan kurikulum masing-masing tingkat;<br />
5) pemeliharaan semua fasilitas fisik dan peralatan dengan<br />
memperhatikan kesehatan dan keamanan lingkungan.<br />
d. Seluruh program pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan<br />
disosialisasikan kepada pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik.<br />
e. Pengelolaan sarana prasarana sekolah/madrasah:<br />
1) direncanakan secara sistematis agar selaras dengan pertumbuhan<br />
kegiatan akademik dengan mengacu Standar Sarana dan Prasarana;<br />
2) dituangkan dalam rencana pokok (master plan) yang meliputi gedung<br />
dan laboratorium serta pengembangannya.<br />
f. Pengelolaan perpustakaan sekolah/madrasah perlu:<br />
1) menyediakan petunjuk pelaksanaan operasional peminjaman buku dan<br />
bahan pustaka lainnya;<br />
2) merencanakan fasilitas peminjaman buku dan bahan pustaka lainnya<br />
sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan pendidik;<br />
3) membuka pelayanan minimal enam jam sehari pada hari kerja;<br />
4) melengkapi fasilitas peminjaman antar perpustakaan, baik internal<br />
maupun eksternal;<br />
5) menyediakan pelayanan peminjaman dengan perpustakaan dari<br />
sekolah/madrasah lain baik negeri maupun swasta.<br />
g. Pengelolaan laboratorium dikembangkan sejalan dengan perkembangan ilmu<br />
pengetahuan dan teknologi serta dilengkapi dengan manual yang jelas<br />
sehingga tidak terjadi kekeliruan yang dapat menimbulkan kerusakan.<br />
h. Pengelolaan fasilitas fisik untuk kegiatan ekstra-kurikuler disesuaikan<br />
dengan perkembangan kegiatan ekstra-kurikuler peserta didik dan mengacu<br />
pada Standar Sarana dan Prasarana.<br />
8. Bidang Keuangan dan Pembiayaan<br />
a. Sekolah/Madrasah menyusun pedoman pengelolaan biaya investasi dan<br />
operasional yang mengacu pada Standar Pembiayaan.<br />
b. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional Sekolah/Madrasah<br />
mengatur:<br />
1) sumber pemasukan, pengeluaran dan jumlah dana yang dikelola;<br />
2) penyusunan dan pencairan anggaran, serta penggalangan dana di luar<br />
dana investasi dan operasional;<br />
3) kewenangan dan tanggungjawab kepala sekolah/madrasah dalam<br />
membelanjakan anggaran pendidikan sesuai dengan peruntukannya;<br />
4) pembukuan semua penerimaan dan pengeluaran serta penggunaan<br />
anggaran, untuk dilaporkan kepada komite sekolah/madrasah, serta<br />
institusi di atasnya.<br />
c. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional sekolah/madrasah<br />
diputuskan oleh komite sekolah/madrasah dan ditetapkan oleh kepala<br />
sekolah/madrasah serta mendapatkan persetujuan dari institusi di atasnya.<br />
d. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional sekolah/madrasah<br />
disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah/madrasah untuk menjamin<br />
tercapainya pengelolaan dana secara transparan dan akuntabel.<br />
9. Budaya dan Lingkungan Sekolah/Madrasah<br />
a. Sekolah/Madrasah menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pendidikan<br />
yang kondusif untuk pembelajaran yang efisien dalam prosedur pelaksanaan.<br />
b. Prosedur pelaksanaan penciptaan suasana, iklim, dan lingkungan<br />
pendidikan:<br />
1) berisi prosedur tertulis mengenai informasi kegiatan penting minimum<br />
yang akan dilaksanakan;<br />
2) memuat judul, tujuan, lingkup, tanggung jawab dan wewenang, serta<br />
penjelasannya;<br />
3) diputuskan oleh kepala sekolah/madrasah dalam rapat dewan pendidik.<br />
c. Sekolah/Madrasah menetapkan pedoman tata-tertib yang berisi:<br />
1) tata tertib pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik, termasuk<br />
dalam hal menggunakan dan memelihara sarana dan prasarana<br />
pendidikan;<br />
2) petunjuk, peringatan, dan larangan dalam berperilaku di<br />
Sekolah/Madrasah, serta pemberian sangsi bagi warga yang melanggar<br />
tata tertib.<br />
d. Tata tertib sekolah/madrasah ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah<br />
melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan masukan komite<br />
sekolah/madrasah, dan peserta didik.<br />
e. Sekolah/Madrasah menetapkan kode etik warga sekolah/madrasah yang<br />
memuat norma tentang:<br />
1) hubungan sesama warga di dalam lingkungan sekolah/madrasah dan<br />
hubungan antara warga sekolah/madrasah dengan masyarakat;<br />
2) sistem yang dapat memberikan penghargaan bagi yang mematuhi dan<br />
sangsi bagi yang melanggar.<br />
f. Kode etik sekolah/madrasah ditanamkan kepada seluruh warga<br />
sekolah/madrasah untuk menegakkan etika sekolah/madrasah.<br />
g. Sekolah/Madrasah perlu memiliki program yang jelas untuk meningkatkan<br />
kesadaran beretika bagi semua warga sekolah/madrasahnya.<br />
h. Kode etik sekolah/madrasah yang mengatur peserta didik memuat norma<br />
untuk:<br />
1) menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya;<br />
2) menghormati pendidik dan tenaga kependidikan;<br />
3) mengikuti proses pembelajaran dengan menjunjung tinggi ketentuan<br />
pembelajaran dan mematuhi semua peraturan yang berlaku;<br />
4) memelihara kerukunan dan kedamaian untuk mewujudkan harmoni<br />
sosial di antara teman;<br />
5) mencintai keluarga, masyarakat, dan menyayangi sesama;<br />
6) mencintai lingkungan, bangsa, dan negara; serta<br />
7) menjaga dan memelihara sarana dan prasarana, kebersihan, ketertiban,<br />
keamanan, keindahan, dan kenyamanan sekolah/madrasah.<br />
i. Peserta didik dalam menjaga norma pendidikan perlu mendapat bimbingan<br />
dengan keteladanan, pembinaan dengan membangun kemauan, serta<br />
pengembangan kreativitas dari pendidik dan tenaga kependidikan.<br />
j. Kode etik sekolah/madrasah yang mengatur guru dan tenaga kependidikan<br />
memasukkan larangan bagi guru dan tenaga kependidikan, secara<br />
perseorangan maupun kolektif, untuk:<br />
1) menjual buku pelajaran, seragam/bahan pakaian sekolah/madrasah,<br />
dan/atau perangkat sekolah lainnya baik secara langsung maupun tidak<br />
langsung kepada peserta didik;<br />
2) memungut biaya dalam memberikan bimbingan belajar atau les kepada<br />
peserta didik;<br />
3) memungut biaya dari peserta didik baik secara langsung maupun tidak<br />
langsung yang bertentangan dengan peraturan dan undang-undang;<br />
4) melakukan sesuatu baik secara langsung maupun tidak langsung yang<br />
mencederai integritas hasil Ujian Sekolah/Madrasah dan Ujian<br />
Nasional.<br />
k. Kode etik sekolah/madrasah diputuskan oleh rapat dewan pendidik dan<br />
ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah.<br />
10. Peranserta Masyarakat dan Kemitraan Sekolah/Madrasah<br />
a. Sekolah/Madrasah melibatkan warga dan masyarakat pendukung<br />
sekolah/madrasah dalam mengelola pendidikan.<br />
b. Warga sekolah/madrasah dilibatkan dalam pengelolaan akademik.<br />
c. Masyarakat pendukung sekolah/madrasah dilibatkan dalam pengelolaan<br />
non-akademik.<br />
d. Keterlibatan peranserta warga sekolah/madrasah dan masyarakat dalam<br />
pengelolaan dibatasi pada kegiatan tertentu yang ditetapkan.<br />
e. Setiap sekolah/madrasah menjalin kemitraan dengan lembaga lain yang<br />
relevan, berkaitan dengan input, proses, output, dan pemanfaatan lulusan.<br />
f. Kemitraan sekolah/madrasah dilakukan dengan lembaga pemerintah atau<br />
non-pemerintah.<br />
g. Kemitraan SD/MI/SDLB atau yang setara dilakukan minimal dengan<br />
SMP/MTs/SMPLB atau yang setara, serta dengan TK/RA/BA atau yang<br />
setara di lingkungannya.<br />
h. Kemitraan SMP/MTs/SMPLB, atau yang setara dilakukan minimal dengan<br />
SMA/SMK/SMALB, MA/MAK, SD/MI atau yang setara, serta dunia usaha<br />
dan dunia industri.<br />
i. Kemitraan SMA/SMK, MA/MAK, atau yang setara dilakukan minimal<br />
dengan perguruan tinggi, SMP/MTs, atau yang setara, serta dunia usaha dan<br />
dunia industri di lingkungannya.<br />
j. Sistem kemitraan sekolah/madrasah ditetapkan dengan perjanjian secara<br />
tertulis.<br />
C. PENGAWASAN DAN EVALUASI<br />
1. Program Pengawasan<br />
a. Sekolah/Madrasah menyusun program pengawasan secara obyektif,<br />
bertanggung jawab dan berkelanjutan.<br />
b. Penyusunan program pengawasan di sekolah/madrasah didasarkan pada<br />
Standar Nasional Pendidikan.<br />
c. Program pengawasan disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga<br />
kependidikan.<br />
d. Pengawasan pengelolaan sekolah/madrasah meliputi pemantauan, supervisi,<br />
evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut hasil pengawasan.<br />
e. Pemantauan pengelolaan sekolah/madrasah dilakukan oleh komite<br />
sekolah/madrasah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak<br />
yang berkepentingan secara teratur dan berkelanjutan untuk menilai<br />
efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas pengelolaan.<br />
f. Supervisi pengelolaan akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan<br />
oleh kepala sekolah/madrasah dan pengawas sekolah/madrasah.<br />
g. Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaian sekurang-kurangnya setiap<br />
akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/madrasah dan orang<br />
tua/wali peserta didik.<br />
h. Tenaga kependidikan melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masingmasing<br />
sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada<br />
kepala sekolah/madrasah. kepala sekolah/madrasah, secara terus menerus<br />
melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga kependidikan.<br />
i. Kepala sekolah/madrasah melaporkan hasil evaluasi kepada komite<br />
sekolah/madrasah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurangkurangnya<br />
setiap akhir semester.<br />
j. Pengawas sekolah melaporkan hasil pengawasan di sekolah kepada<br />
bupati/walikota melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang<br />
bertanggung jawab di bidang pendidikan dan sekolah yang bersangkutan,<br />
setelah dikonfirmasikan pada sekolah terkait.<br />
k. Pengawas madrasah melaporkan hasil pengawasan di madrasah kepada<br />
Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota dan pada madrasah yang<br />
bersangkutan, setelah dikonfirmasikan pada madrasah terkait.<br />
l. Setiap pihak yang menerima laporan hasil pengawasan menindaklanjuti<br />
laporan hasil pengawasan tersebut dalam rangka meningkatkan mutu<br />
sekolah/madrasah, termasuk memberikan sanksi atas penyimpangan yang<br />
ditemukan.<br />
m. Sekolah/Madrasah mendokumentasikan dan menggunakan hasil<br />
pemantauan, supervisi, evaluasi, dan pelaporan serta catatan tindak lanjut<br />
untuk memperbaiki kinerja sekolah/madrasah, dalam pengelolaan<br />
pembelajaran dan pengelolaan secara keseluruhan.<br />
2. Evaluasi Diri<br />
a. Sekolah/Madrasah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja<br />
sekolah/madrasah.<br />
b. Sekolah/Madrasah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur, menilai<br />
kinerja, dan melakukan perbaikan dalam rangka pelaksanaan Standar<br />
Nasional Pendidikan.<br />
c. Sekolah/Madrasah melaksanakan:<br />
1) evaluasi proses pembelajaran secara periodik, sekurang-kurangnya dua<br />
kali dalam setahun, pada akhir semester akademik;<br />
2) evaluasi program kerja tahunan secara periodik sekurang-kurangnya<br />
satu kali dalam setahun, pada akhir tahun anggaran sekolah/madrasah.<br />
d. Evaluasi diri sekolah/madrasah dilakukan secara periodik berdasar pada data<br />
dan informasi yang sahih.<br />
3. Evaluasi dan Pengembangan KTSP<br />
Proses evaluasi dan pengembangan KTSP dilaksanakan secara:<br />
a. komprehensif dan fleksibel dalam mengadaptasi kemajuan ilmu pengetahuan<br />
dan teknologi yang mutakhir;<br />
b. berkala untuk merespon perubahan kebutuhan peserta didik dan masyarakat,<br />
serta perubahan sistem pendidikan, maupun perubahan sosial;<br />
c. integratif dan monolitik sejalan dengan perubahan tingkat mata pelajaran;<br />
d. menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak meliputi: dewan pendidik,<br />
komite sekolah/madrasah, pemakai lulusan, dan alumni.<br />
4. Evaluasi Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan<br />
a. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan direncanakan<br />
secara komprehensif pada setiap akhir semester dengan mengacu pada<br />
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan,<br />
b. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi<br />
kesesuaian penugasan dengan keahlian, keseimbangan beban kerja, dan<br />
kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas.<br />
c. Evaluasi kinerja pendidik harus memperhatikan pencapaian prestasi dan<br />
perubahan-perubahan peserta didik.<br />
5. Akreditasi Sekolah/Madrasah<br />
a. Sekolah/Madrasah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk<br />
mengikuti akreditasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang<br />
berlaku.<br />
b. Sekolah/Madrasah meningkatkan status akreditasi, dengan menggunakan<br />
lembaga akreditasi eksternal yang memiliki legitimasi.<br />
c. Sekolah/Madrasah harus terus meningkatkan kualitas kelembagaannya<br />
secara holistik dengan menindaklanjuti saran-saran hasil akreditasi.<br />
D. KEPEMIMPINAN SEKOLAH/MADRASAH<br />
1. Setiap sekolah/madrasah dipimpin oleh seorang kepala sekolah/madrasah.<br />
2. Kriteria untuk menjadi kepala dan wakil kepala sekolah/madrasah berdasarkan<br />
ketentuan dalam standar pendidik dan tenaga kependidikan.<br />
3. Kepala SMP/MTs/SMPLB dibantu minimal oleh satu orang wakil kepala<br />
sekolah/madrasah.<br />
4. Kepala SMA/MA dibantu minimal tiga wakil kepala sekolah/madrasah untuk<br />
bidang akademik, sarana-prasarana, dan kesiswaan. Sedangkan kepala SMK<br />
dibantu empat wakil kepala sekolah untuk bidang akademik, sarana-prasarana,<br />
kesiswaan, dan hubungan dunia usaha dan dunia industri. Dalam hal tertentu atau<br />
sekolah/madrasah yang masih dalam taraf pengembangan, kepala<br />
sekolah/madrasah dapat menugaskan guru untuk melaksanakan fungsi wakil<br />
kepala sekolah/madrasah.<br />
5. Wakil kepala sekolah/madrasah dipilih oleh dewan pendidik, dan proses<br />
pengangkatan serta keputusannya, dilaporkan secara tertulis oleh kepala<br />
sekolah/madrasah kepada institusi di atasnya. Dalam hal sekolah/madrasah<br />
swasta, institusi dimaksud adalah penyelenggara sekolah/madrasah.<br />
6. Kepala dan wakil kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan memimpin yaitu<br />
seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang dimiliki, dihayati,<br />
dikuasai, dan diwujudkannya dalam melaksanakan tugas keprofesionalan sesuai<br />
dengan Standar Pengelolaan Satuan Pendidikan.<br />
7. Kepala sekolah/madrasah:<br />
a. menjabarkan visi ke dalam misi target mutu;<br />
b. merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai;<br />
c. menganalisis tantangan, peluang, kekuatan, dan kelemahan<br />
sekolah/madrasah;<br />
d. membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk<br />
pelaksanaan peningkatan mutu;<br />
e. bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah/madrasah;<br />
f. melibatkan guru, komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting<br />
sekolah/madrasah. Dalam hal sekolah/madrasah swasta, pengambilan<br />
keputusan tersebut harus melibatkan penyelenggara sekolah/madrasah;<br />
g. berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta<br />
didik dan masyarakat;<br />
h. menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga<br />
kependidikan dengan menggunakan sistem pemberian penghargaan atas<br />
prestasi dan sangsi atas pelanggaran peraturan dan kode etik;<br />
i. menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik;<br />
j. bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan<br />
kurikulum;<br />
k. melaksanakan dan merumuskan program supervisi, serta memanfaatkan<br />
hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja sekolah/madrasah;<br />
l. meningkatkan mutu pendidikan;<br />
m. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan<br />
sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya;<br />
n. memfasilitasi pengembangan, penyebarluasan, dan pelaksanaan visi<br />
pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh<br />
komunitas sekolah/madrasah;<br />
o. membantu, membina, dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah<br />
dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik<br />
dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan;<br />
p. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya<br />
sekolah/madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat,<br />
efisien, dan efektif;<br />
q. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat, dan<br />
komite sekolah/madrasah menanggapi kepentingan dan kebutuhan<br />
komunitas yang beragam, dan memobilisasi sumber daya masyarakat;<br />
r. memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab.<br />
8. Kepala sekolah/madrasah dapat mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan<br />
kepada wakil kepala sekolah/madrasah sesuai dengan bidangnya.<br />
E. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN<br />
1. Sekolah/Madrasah:<br />
a. mengelola sistem informasi manajemen yang memadai untuk mendukung<br />
administrasi pendidikan yang efektif, efisien dan akuntabel;<br />
b. menyediakan fasilitas informasi yang efesien, efektif dan mudah diakses;<br />
c. menugaskan seorang guru atau tenaga kependidikan untuk melayani<br />
permintaan informasi maupun pemberian informasi atau pengaduan dari<br />
masyarakat berkaitan dengan pengelolaan sekolah/madrasah baik secara<br />
lisan maupun tertulis dan semuanya direkam dan didokumentasikan;<br />
d. melaporkan data informasi sekolah/madrasah yang telah terdokumentasikan<br />
kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.<br />
2. Komunikasi antar warga sekolah/madrasah di lingkungan sekolah/madrasah<br />
dilaksanakan secara efisien dan efektif.<br />
F. PENILAIAN KHUSUS<br />
Keberadaan sekolah/madrasah yang pengelolaannya tidak mengacu kepada Standar<br />
Nasional Pendidikan dapat memperoleh pengakuan Pemerintah atas dasar rekomendasi<br />
BSNP.<br />
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,<br />
BAMBANG SUDIBYO<br />
GLOSARIUM<br />
1. Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di<br />
seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang didukung oleh<br />
standar-standar: pengelolaan, kompetensi lulusan, isi, proses, pendidik dan tenaga<br />
kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, dan penilaian.<br />
2. Standar pengelolaan pendidikan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah adalah<br />
standar pengelolaan pendidikan untuk sekolah/madrasah yang berkaitan dengan<br />
perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan agar tercapai efisiensi<br />
dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan.<br />
3. Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup<br />
sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Standar ini disusun dan dikembangkan oleh<br />
BSNP dan ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pendidikan Nasional.<br />
4. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam<br />
kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata<br />
pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang<br />
dan jenis pendidikan tertentu. Standar ini disusun dan dikembangkan oleh BSNP dan<br />
ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pendidikan Nasional.<br />
5. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan<br />
pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan.<br />
Standar ini disusun dan dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Keputusan<br />
Menteri Pendidikan Nasional.<br />
6. Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan<br />
kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan. Standar ini disusun dan<br />
dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pendidikan<br />
Nasional.<br />
7. Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan<br />
kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah,<br />
perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan<br />
berekreasi, serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses<br />
pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Standar ini<br />
disusun dan dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Keputusan Menteri<br />
Pendidikan Nasional.<br />
8. Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya<br />
operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. Standar ini disusun dan<br />
dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pendidikan<br />
Nasional.<br />
9. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan<br />
mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Standar ini<br />
disusun dan dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Keputusan Menteri<br />
Pendidikan Nasional.<br />
10. RKT adalah rencana kerja tahunan sekolah/madrasah yang berdasar pada rencana kerja<br />
jangka menengah (empat tahunan) yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan<br />
Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M) sebagai istilah lain dari Rencana Anggaran<br />
Penerimaan dan Belanja Sekolah/Madrasah (RAPB-SM).<br />
11. Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat<br />
untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan.<br />
12. Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor,<br />
pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai<br />
dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.<br />
13. Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali<br />
peserta didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan<br />
14. Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh<br />
dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan<br />
15. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat<br />
16. Menteri adalah Menteri adalah menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang pendidikan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muid01.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muid01.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muid01.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muid01.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muid01.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muid01.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muid01.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muid01.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muid01.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muid01.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muid01.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muid01.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muid01.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muid01.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muid01.wordpress.com&amp;blog=2565284&amp;post=8&amp;subd=muid01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muid01.wordpress.com/2008/09/27/permen-diknas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6456eb5a8df13dbd054f06f779708ed?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">muid01</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mohon Maaf</title>
		<link>http://muid01.wordpress.com/2008/07/02/mohon-maaf/</link>
		<comments>http://muid01.wordpress.com/2008/07/02/mohon-maaf/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 04:22:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muid01</dc:creator>
				<category><![CDATA[Permendiknas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muid01.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Mohon maaf pengunjung, saya belum bisa meneruskan blog karena ada sesuatu hal. Kepada Pak Sawali Mohon bimbingannya. Terima kasih<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muid01.wordpress.com&amp;blog=2565284&amp;post=6&amp;subd=muid01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mohon maaf pengunjung</strong>, saya belum bisa meneruskan blog karena ada sesuatu hal. Kepada Pak Sawali Mohon bimbingannya. Terima kasih</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muid01.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muid01.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muid01.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muid01.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muid01.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muid01.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muid01.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muid01.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muid01.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muid01.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muid01.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muid01.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muid01.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muid01.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muid01.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muid01.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muid01.wordpress.com&amp;blog=2565284&amp;post=6&amp;subd=muid01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muid01.wordpress.com/2008/07/02/mohon-maaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6456eb5a8df13dbd054f06f779708ed?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">muid01</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Assalamu&#8217;alaikum Saudaraku Guru Bangsa</title>
		<link>http://muid01.wordpress.com/2008/01/20/assalamualaikum-saudaraku-guru-bangsa/</link>
		<comments>http://muid01.wordpress.com/2008/01/20/assalamualaikum-saudaraku-guru-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jan 2008 01:16:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muid01</dc:creator>
				<category><![CDATA[Permendiknas]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muid01.wordpress.com&amp;blog=2565284&amp;post=1&amp;subd=muid01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muid01.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muid01.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muid01.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muid01.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muid01.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muid01.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muid01.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muid01.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muid01.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muid01.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muid01.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muid01.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muid01.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muid01.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muid01.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muid01.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muid01.wordpress.com&amp;blog=2565284&amp;post=1&amp;subd=muid01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muid01.wordpress.com/2008/01/20/assalamualaikum-saudaraku-guru-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6456eb5a8df13dbd054f06f779708ed?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">muid01</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
